
Apa Itu UKL-UPL?
UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) adalah dokumen yang berisi upaya pengelolaan dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup.
Berbeda dengan AMDAL yang ditujukan untuk proyek berdampak besar, UKL-UPL diperuntukkan bagi usaha/kegiatan berskala menengah yang tidak memenuhi kriteria wajib AMDAL namun tetap berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Perbedaan AMDAL dan UKL-UPL
| Aspek | AMDAL | UKL-UPL |
|---|---|---|
| Skala dampak | Besar dan penting | Tidak berdampak penting |
| Dokumen | KA, Andal, RKL-RPL | Formulir UKL-UPL |
| Tim penyusun | Wajib LPJP bersertifikasi | Dapat disusun pemrakarsa |
| Proses | Melalui Komisi Penilai | Pemeriksaan oleh instansi LH |
| Waktu | 4-12 bulan | 1-3 bulan |
| Biaya | Lebih tinggi | Lebih terjangkau |
Siapa yang Wajib Menyusun UKL-UPL?
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 dan Permen LHK No. 4 Tahun 2021, usaha/kegiatan yang wajib menyusun UKL-UPL adalah yang tercantum dalam lampiran daftar jenis usaha yang memerlukan UKL-UPL.
Contoh kegiatan yang umumnya wajib UKL-UPL:
- Industri kecil-menengah (bengkel, laundry skala besar, restoran besar)
- Pembangunan perumahan skala tertentu
- Pertambangan skala kecil
- Fasilitas pengolahan limbah skala kecil
- Kegiatan perdagangan dan jasa tertentu
Syarat Penyusunan UKL-UPL
Untuk menyusun dokumen UKL-UPL, pemrakarsa perlu menyiapkan:
- Identitas pemrakarsa — KTP, NPWP, akta perusahaan, NIB
- Deskripsi kegiatan — Gambaran rencana usaha/kegiatan secara detail
- Lokasi kegiatan — Peta lokasi, koordinat, kesesuaian tata ruang
- Data lingkungan — Kondisi lingkungan eksisting di sekitar lokasi
- Dampak yang diperkirakan — Identifikasi potensi dampak lingkungan
- Rencana pengelolaan — Upaya mitigasi dampak yang akan dilakukan
- Rencana pemantauan — Mekanisme monitoring pasca operasional
Tahapan Proses UKL-UPL
1. Persiapan
Mengumpulkan seluruh data yang diperlukan, termasuk survei lokasi, pengambilan sampel lingkungan, dan studi literatur.
2. Penyusunan Formulir UKL-UPL
Mengisi formulir UKL-UPL sesuai format yang ditetapkan pemerintah, meliputi identitas pemrakarsa, deskripsi kegiatan, dampak yang diperkirakan, dan rencana pengelolaan.
3. Pengajuan melalui OSS-RBA
Formulir UKL-UPL diajukan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA).
4. Pemeriksaan oleh Instansi Lingkungan Hidup
Instansi LH melakukan pemeriksaan kelengkapan dan substansi dokumen.
5. Persetujuan atau Revisi
Jika memenuhi syarat, diterbitkan Persetujuan Lingkungan. Jika tidak, pemrakarsa diminta melakukan revisi.
Estimasi Biaya UKL-UPL
Biaya penyusunan UKL-UPL bervariasi tergantung beberapa faktor:
- Jenis kegiatan — Semakin kompleks, semakin tinggi biayanya
- Lokasi proyek — Pertimbangan mobilisasi tim dan pengambilan sampel
- Kebutuhan pengujian laboratorium — Analisis sampel air, udara, tanah
- Lingkup studi — Jumlah komponen lingkungan yang dikaji
Secara umum, biaya untuk jasa konsultan penyusunan UKL-UPL berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 50 juta, tergantung kompleksitas proyek.
Tips Agar Proses UKL-UPL Lancar
- Siapkan dokumen lengkap sejak awal agar proses tidak terhambat
- Pastikan kesesuaian tata ruang wilayah sebelum mengajukan
- Gunakan jasa konsultan berpengalaman untuk menghindari kesalahan substansi
- Pantau perkembangan regulasi terkait UKL-UPL yang sering diperbarui
- Libatkan masyarakat sekitar untuk mengantisipasi potensi penolakan sosial
Solusi AMDAL menyediakan layanan penyusunan UKL-UPL yang komprehensif dengan tim berpengalaman. Hubungi kami untuk konsultasi gratis mengenai kebutuhan dokumen lingkungan Anda.
Tags


